custom-speeches.com Religion Buku Indonesia Menggugat Pdf

BUKU INDONESIA MENGGUGAT PDF

Wednesday, July 17, 2019


Sebagai sebuah pledoi, Indonesia Menggugat berisi pandangan Bung Karno terhadap hukum . Buku-buku tersebut ia peroleh dari istrinya Inggit, yang tekun . satu pengajar kita Bapak Dilon pernah menanyakan soal buku Indonesia Menggugat. custom-speeches.com penulis buku merajut mimpi di sudut negeriindonesia menggugat pidato. maria v snyder pdf - s3azonaws - we provide copy of indonesia menggugat pidato.


Buku Indonesia Menggugat Pdf

Author:DINA SANTUCCI
Language:English, Spanish, Indonesian
Country:Qatar
Genre:Personal Growth
Pages:466
Published (Last):14.05.2015
ISBN:788-4-18445-138-7
ePub File Size:16.56 MB
PDF File Size:14.27 MB
Distribution:Free* [*Regsitration Required]
Downloads:23843
Uploaded by: AMAL

indonesia menggugat! menelusuri pandangan soekarno. perjuangan republik indonesia. jakarta: panitia penerbit buku-buku karangan decorlinehome - garden of the moon by elizabeth sinclair get pdf garden of the. INDONESIA MENGGUGAT SOEKARNO PDF -, Dutch, Indonesian, Book, Dutch, Indonesian, Book, Illustrated edition: Indonesia menggugat. Indonesia Menggugat Pidato Pembelaan Bung Karno Di Depan Kolonial Sukarno PDF Ebooks Sebuah buku yang berisi pidato Bung Karno.

Soekarno secara basa-basi menyampaikan bahwa percaya bahwa hakim akan berdiri sama tengah.

Indonesia Accuses

Ia tahu bahwa hakim-hakim Landraad Bandung tersebut sudah punya pandangan politik tertentu sebelum menangani perkara yang dikenakan kepadanya. Belum lagi ditambah dengan pemberitaan dari koran-koran yang ada pada masa itu seperti AID de Preangerbode dan surat kabar lainnya yang menghasut agar hakim menghukum kelompok Soekarno.

Soekarno tidak peduli dengan sikap politik para hakim tersebut. Pembacaan pledoi dijadikannya sebagai panggung untuk memaparkan kemelaratan bangsa Indonesia ulah berkubangnya kolonialisme serta memaparkan apa yang dilakukannya dengan organisasi PNI dan PPPKI. Proses persidangan terhadap Soekarno Cs berlangsung sebanyak 19 kali sidang Adams, Hukuman Soekarno yang paling berat. Ia dikenakan empat tahun kurungan dalam sel dengan ukuran satu setengah kali dua seperempat meter.

Perkara tersebut naik banding ke Rand van Justitie, akan tetapi pengadilan tinggi ini tetap berpegang kepada keputusan hukuman.

Tidak lama setelah itu mereka dipindahkan ke dalam lingkungan dinding tembok yang tinggi dari penjara Sukamiskin. Persidangan tersebut tidak saja menggemparkan kaum pergerakan Indonesia, tetapi juga sampai ke negeri Belanda.

Kaum oposisi di Belanda mengangkat persoalan peradilan Soekarno sebagai kritik atas kegagalan pemerintah Belanda dalam mengendalikan negara koloninya. Meskipun majelis hakim mengganjarnya dengan hukuman 4 tahun penjara.

Alhasil, dihari terakhir sebelum tahun , yaitu pada 31 Desember , ia dibebaskan.

Kritik terhadap kapitalisme dan imprerialisme Di dalam pledoinya tersebut, Soekarno mengupas persoalan kapitalisme dan imperialisme yang telah menjadi persoalan berabad-abad di kepulauan Indonesia.

Nafsu akan rezeki itulah yang telah menjadi kunci utama bagi beradab-abad pendindasan terhadap orang pribumi. Nafsu akan rezekilah jang mendjadi njawanjya kompeni di dalam abad ke- 17 dan ke; nafsu akan rezekilah pula jang mendjadi sendi-sendinja balapan tjari djadjahan dalam abad ke, jakni sesudah kapitalisme modern mendjelma di Eropah dan Amerika Soekarno, Soekarno tidak saja menyandarkan dirinya pada pandangan kelompok Marxis, ia juga mengutip sejumlah pandangan dari kelompok sosialis Eropa, laporan-laporan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, gerakan Mahatma Gandhi di India dan juga para pejuang-pejuang Islam seperti Agus Salim.

Cara ini dilakukan oleh Soekarno bukan saja untuk menunjukan luasnya pendekatan yang dapat digunakan untuk membongkar persoalan ketidakadilan yang dialami oleh rakyat pribumi, tetapi juga untuk memberikan dasar-dasar ideologis pemikiran nasionalismenya yang mencoba mempertemukan berbagai ideologi di bawah Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme. Pendjadjahan ialah usaha Soekarno membagi imperialisme menjadi mengolah tanah, mengolah harta- imperialisme tua dan imperialisme modern.

Sedangkan hewan-hewan dan terutama imperialisme modern menggunakan cara-cara mengolah penduduk, untuk baru yang kadang lebih halus, tetapi lebih keuntungan keperluan ekonomi memberikan derita.

Indonesia Accuses

Bila dilihat sejak pledoi tersebut Page 9 of 18 dibacakan, tidak banyak perubahan atas pembacaan Soekarno terhadap kerjanya imperialisme pada tahun itu dengan tahun-tahun sekarang ini. Dengan menganggap inti persoalannya adalah persoalan ekonomi, maka nuansa Marxis terasa kuat dalam pledoi yang dibacakan tersebut. Keresahan agraria Satu hal lagi yang juga terasa ketika mempelajari pledoi Indonesia Menggugat adalah suatu pembacaan terhadap situasi-situasi rakyat pribumi yang mengalami keresahan akibat dari kapitalism-agraria yang dikembangkan oleh penguasa kolonial.

Keresahan-keresahan agraria itu merupakan sebab dari lahirnya sekalian gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sejalan dengan tesis Erich Jacoby dalam bukunya Agrarian Unrest in Southeast Asia bahwa perjuangan kemerdekaan negara-negara dunia ketiga, tidak terlepas dari timbulnya keresahan agraris agrarian unrest akibat merebaknya kapitalisme-agraria yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial Jacoby, Apa yang disampaikan oleh Jacoby tidaklah berlebihan.

Beberapa tulisan yang dibuat oleh para pejuang republik membenarkan kesimpulan tersebut. Bahkan lebih lanjut Soekarno mengajukan kritik terhadap berlakunya Agrarische Wet 3 Soekarno, Indonesia Menggugat. Pledoi yang dibacakan pada Pengadilan Bandung pada tahun Diterbitkan oleh SK Seno, Jakarta. Cetakan Kedua, Tahun Imperialisme tua makin lama makin laju, imperialisme modern menggantikan tempatnja, tjara pengedukan harta jang menggali untung bagi negara Belanda itu, makin lama makin berobah, terdesak oleh tjara pengedukan baru jang mengajakan model partikulir.

Tjara pengedukan berobah, - tetapi banjakkah perobahan bagi rakjat Indonesia? Kegiatannya di organisasi tersebut sempat mengantarkannya mendekam di hotel prodeo di Belanda. Pledoinya yang berjudul Indonesia Free Indonesia Merdeka berisi gugatan terhadap sistem ekonomi kolonial, yang berkarakter kapitalisme-agraris, yang telah merugikan rakyat pribumi.

Sebelum pledoi Soekarno dan Mohamad Hatta tersebut, di dalam Naar de Republiek Indonesia Menuju Republik Indonesia ,4 Tan Malaka pada tahun telah memikirkan program aksi untuk mengatasi keresahan-keresahan agraria ulah berkubangnya kapitalisme kolonial di Indonesia.

Bung Karno Menggugat!: dari Marhaen, CIA, pembantaian massal '65 hingga G30S

Menghapuskan sisa-sisa feodal dan tanah-tanah partikelir dan membagikan yang tersebut belakangan ini kepada petani melarat dan proletar. Page 11 of 18 Tjipto Mangoenkoesoemo sebagai anggota Voklsraad pada tahun secara frontal menyerang Directuer van Landbouw Direktur Pertanian penguasa kolonial yang telah memberikan izin kepada perusahaan perkebunan untuk memperluas lahan usahanya Luthfi dkk, Tjipto Mangoenkoesoemo mengajukan tuntutan kepada Directuer van Landbouw untuk mengurangi areal penanaman tebu yang pada masa itu telah menjadi sumber kemelaratan dan penyakit warga pribumi.

Iwa Kusumasumantri dengan nama samaran S. Buku yang diterbitkan pada tahun itu menjelaskan berbagai persoalan agraria yang dihadapi oleh penduduk pribumi dan pergerakan-pergerakan yang mereka lakukan sebagai respons atas kapitalisme agraria yang dirawat beradab-abad oleh penguasa kolonial.

Iwa Kusumasumantri merupakan lulusan sekolah hukum di Leiden dan pernah menjadi ketua Indonesische Vereeniging pada tahun di Belanda itu berkesimpulan bahwa sejarah kolonialisme di Indonesia sejatinya adalah sejarah kapitalisme agraria.

About ianburnet

Para pejuang kemerdekaan tersebut membuktikan bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari keresahan-keresahan agraria yang berlangsung ratusan tahun dari berbagai model kapitalisme agraria yang dikembangkan oleh orang Belanda. Keresahan-keresahan agraria ini pula yang kemudian menulari semangat pembentukan konstitusi Indonesia.

Perlawanan terhadap kapitalisme-agraria kolonial yang kemudian menumbuhsuburkan semangat sosialisme-kerakyatan yang berkesesuaian dengan tiga paham politik besar yang hidup pada masa itu: nasionalisme, komunisme, dan islam.

Narasi keresahan agraria nampak jelas dalam pledoi Indonesia Menggugat. Salah satunya ketika Soekarno memaparkan persoalan-persoalan yang ditimbulkan tatkala nila ini dalam tahun dengan cara yang sembrono dimasukan di tanah Priangan.

Nila telah menjadi bencana bagi penduduk. Dengan masuknya nila, tidak saja laki- laki dari beberapa desa yang dipaksa mengerjakan kebun-kebun nila selama 7 bulan berturut-turut, tetapi juga kerbau-kerbau dipaksa mengerjakan tanah.

Dalam tahun , orang laki-laki dan kerbau diarahkan untuk membangun kebun dan pabrik-pabrik untuk menghasilkan nila Soekarno, Aturan-aturan kolonial dibuat untuk melayani perkembangan mutlak perusahaan partikelir.

Praktik- praktik pada masa kolonial telah menggugah Soekarno untuk mengatakan bahwa: Di sini kita melihat suatu bangsa jang tidak setjara undang-undang hidup dalam perbudakan tapi secara kenjataan Soekarno, Soekarno juga menyorot percepatan laju penguasan tanah oleh perusahaan partikelir lewat hak erfpacht.

Pada tahun jumlah tanah erfpacht ada Pandangan Hukum Soekarno Soekarno merupakan orang yang paling mengidam-idamkan penyatuan antara Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme. Oleh sebab itu kelak ia hendak menyatukan ketiga ideologi itu menjadi satu dengan nama Nasakom Nasionalisme, Agama dan Komunis. Ia barangkali tidak pernah membayangkan Islam menjadi dasar bagi pelaksanaan hukum negara, bahkan ia merupakan salah satu penentang utama Islam menjadi satu-satunya dasar negara sebagaimana nampak dalam persidangan Konstituante.

Soekarno juga bukan seorang nasionalis yang menghendaki adanya satu sistem hukum baru yang berbeda dengan sistem hukum lain untuk mempersatukan negeri. Setelah kemerdekaan ia menempuh cara sporadis untuk mengubah hukum, tidak mementingkan bentuk, tetapi mengutamakan isi. Misalkan dengan mengeluarkan puluhan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Perppu , penetapan pemerintah, maklumat pemerintah, dekrit presiden dan berbagai bentuk instumen hukum lainnya.

Dalam soal pengembangan dan penggunaan hukum, Soekarno cenderung Marxis. Hal mana paling terlihat dalam pledoi Indonesia Menggugat. Dekonstruksi hukum kolonial. Melakukan dekonstruksi terhadap hukum kolonial merupakan salah satu benang merah pemikiran hukum Soekarno dalam Indonesia Menggugat. Bagi Soekarno, hukum kolonial telah dipergunakan sedemikian rupa oleh penguasa belanda sebagai sarana memperluas rezeki dengan menyengsarakan rakyat pribumi. Ia juga mengkritik masukan tanaman-tanaman tertentu, seperi kopi dan nila yang kemudian diikuti dengan pengerahan tenaga penduduk pribumi untuk menanam dan mendirikan pabrik-pabrik bagi usaha-usaha partikelir.

Pandangan ini kemudian dapat dijadikan acuan bahwa hukum mengikat karena adanya dominasi modal produksi dari kaum borjuis terhadap kaum proletar, hukum mengikat untuk melindungi dominasi kaum borjuis. Selain mendorong kian dipercepatnya transformasi pada sebagian besar sarana produksi, yang sudah diisolasikan, menjadi milik negara, ia menunjukkan sendiri cara untuk melakukan revolusi ini. Hukum kolonial, terutama yang lahir setelah sistem tanam paksa merupakan refleksi dari kemenangan kelompok liberal di Belanda.

Kemenangan kelompok tersebut telah berhasil mengurangi sedikit kekuasaan raja dengan memperluas peranan perusahaan swasta untuk dapat menanam modal langsung ke tanah jajahan. Untuk memperlancar masukan modal swasta, maka hambatan-hambatan yang ada pada masa sebelumnya harus dilepaskan. Cara melepaskannya adalah dengan membuat peraturan yang membebaskan. Dalam pledoi yang dibacakannya, Soekarno mengkritik sekalian hukum kolonial tersebut sebagai upaya untuk melanggengkan pengedukan atas tanah air dan manusia pribumi.

Soekarno mengajukan perlawanan dan menjadikan kemerdekaan sebagai jawaban untuk mengubah keadaan dan mengganti hukum kolonial.

Hukum sebagai alat politik Pandangan Marx tentang negara mau tidak mau mempengaruhi pemikirannya tentang hukum. Konsep hukum menurut Marx sangat kental dengan sistem kelas dan itu merupakan khas pemikirannya.

Jadi, ketika penguasanya adalah penguasa kolonial, maka hukumnya pun merefleksikan kepentingan penguasa kolonial. Marx dan Engels dan juga seluruh gerakan Marxian memandang hukum sebagai bagian dari superstruktur ideologi yang mengemuka di atas realitas material sarana penguasaan produksi, karenanya hukum tidak berorientasi pada Page 15 of 18 keadilan, tetapi merupakan sarana dominasi dan piranti para pengeksploitasi yang menggunakannya sesuai kepentingan kelas mereka.

Begitu pula dengan proses peradilan yang dilakukan terhadap Soekarno dan tiga teman sejawatnya di PNI. Haatzaai Artikelen pun telah beberapa kali dikenakan kepada para pejuang kemerdekaan yang dianggap mengganggu kekuasaan kolonial. Ketika republik berdiri, aturan-aturan kolonial diberlakukan lewat aturan peralihan dalam UUA De Haatzaai Artikelen dipertahankan dan dipergunakan oleh penguasa republik untuk mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh teman sendiri.

Cara Soekarno memperlakukan hukum sebagai alat politik juga nampak dalam gaya kepemimpinannya. Pada masa-masa awal kepemimpinan Soekarno, sejumlah maklumat, instruksi, penetapan pemerintah, peraturan pemerintah pengganti undang-undang Perppu dibuat. Soekarno tidak begitu memusingkan tertib hukum, melainkan mengutamakan agenda politik yang ada di dalamnya.

Ia pun pada tahun mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan konstituante dan menyatakan kembali kepada UUD Hukum harus memiliki sensitifitas sosial Meskipun tidak begitu memusingkan tertib hukum, Soekarno menaruh perhatian serius terhadap isi dari setiap peraturan dan instrument hukum yang akan dikeluarkannya.

Setiap peraturan dari suatu pemerintahan haruslah bagus. Di dalam Indonesia Menggugat Soekarno mengutip Prof. Colenbrander dan Prof. Veth yang menyampaikan: Suatu pemerintahan jang djelek peraturannja, adalah suatu bentjana umum maar een slecht ingericht bestuur is en algemeene ramp. Teman sekelas dalam pendidikan di masa lalu, harus berhadapan satu dengan lainnya dalam konfrontasi bersenjata untuk membela kedaulatan masing-masing bangsanya.

Buku yang menawarkan konsep Dialog Jakarta - Papua ini mencoba mengisi kekosongan tersebut. Kendat berangkat dari pandangan pribadi penulisnya, yang bisa berbeda dengan konsep Orang Papua lainnya, buku ini saja layak dijadikan bahan untuk memulai diskusi lebih lanjut demi manyelesaikan konflik Papua secara damai" cuplikan kulit buku.

After attending a training on a Bible School and receiving education at the Wycliff Institute for Bible translation in The United Kingdom, the writer decides to leave with his family for the Swart Valley in New Guinea in order to propagate the gospel as a missionary among the Dani. United States. Pertama, masalah marjinalisasi dan efek diskriminatif terhadap orang asli Papua akibat pembangunan ekonomi, konflik politik, dan migrasi massal ke Papua sejak Untuk menjawab masalah ini, kebijakan alternatif rekognisi perlu dikembangkan untuk pemberdayaan orang asli Papua.

Isu kedua adalah kegagalan pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Untuk itu diperlukan semacam paradigma baru pembangunan yang berfokus pada perbaikan pelayanan publik demi kesejahteraan orang asli Papua di kampung-kampung. Masalah utama ketiga adalah adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua dan Jakarta.

Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan dialog seperti yang sudah dilakukan untuk Aceh. Isu keempat adalah pertanggungjawaban atas kekerasan negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua.Para pejuang kemerdekaan tersebut membuktikan bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari keresahan-keresahan agraria yang berlangsung ratusan tahun dari berbagai model kapitalisme agraria yang dikembangkan oleh orang Belanda.

Untuk memperlancar masukan modal swasta, maka hambatan-hambatan yang ada pada masa sebelumnya harus dilepaskan. Ch 06 Sarinah in Indonesia struggle global perspective on women movement in the era of struggle.

Pandangan Hukum Soekarno Soekarno merupakan orang yang paling mengidam-idamkan penyatuan antara Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme. Pada 18 Agustus , setelah delapan bulan meringkuk dalam tahanan. We were unable to find this edition in any bookshop we are able to search.

AURELIA from Indiana
I do love briskly . Also read my other posts. I have always been a very creative person and find it relaxing to indulge in royal shrovetide football.